Tuesday, 20 August 2019 - online - 24 jam
Home » Artikel » >> Makna Rezeki dan Cara Mencarinya <<

>> Makna Rezeki dan Cara Mencarinya <<

7 September , 2016 , Category : Artikel

1

Apa yang dimaksud dengan rezeki? Apa rezeki itu identik dengan harta dan uang? Bagaimana cara kita memanfaatkan rezeki?

Makna Rezeki

Apa itu rezeki?

Rezeki adalah:

هُوَ كُلُّ مَا تَنْتَفِعُ بِهِ مِمَّا اَبَاحَهُ اللهُ لَكَ سَوَاءٌ كَانَ مَلْبُوْسٌ اَوْ مَطْعُوْمٌ … حَتَّى الزَّوْجَة رِزْق، الاَوْلاَدُ وَ البَنَاتُ رِزْقٌ وَ الصِّحَةُ وَ السَّمْعُ وَ العَقْلُ …الخ

“Segala sesuatu yang bermanfaat yang Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian, makanan, sampai pada istri. Itu semua termasuk rezeki. Begitu pula anak laki-laki atau anak peremupuan termasuk rezeki. Termasuk pula dalam hal ini adalah kesehatan, pendengaran dan penglihatan.”

Dari pengertian di atas, rezeki ternyata tidak identik dengan harta dan uang. Jadi, janganlah kita sempitkan pada maksud tersebut saja.

Pemanfaatan Rezeki

Rezeki yang kita peroleh wajib dimanfaatkan untuk hal yang baik. Disebut dalam ayat,

وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Dan menafkahkan (mengeluarkan) sebagian rezeki yang dinafkahkan untuk mereka.” (QS. Al-Baqarah: 3)

Jika rezeki berupa harta, maka wajib diperhatikan zakat dari harta tersebut atau mengeluarkannya untuk sedekah yang sunnah. Ada pula rezeki selain harta yang juga diperintahkan untuk dimanfaatkan untuk hal-hal baik, seperti rezeki berupa akal, pendengaran dan penglihatan.

Adapun pemanfaatan rezeki dengan dua acara:

1- Rezeki atau nikmat dimanfaatkan untuk melakukan ketaatan pada Allah.

2- Rezeki tersebut dimanfaatkan untuk memberi manfaat pada kaum muslimin yang lain.

Ibnu Hazm berkata,

كُلُّ نِعْمَةٍ لاَ تُقَرِّبُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَهِيَ بَلِيَّةٌ

“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah.” (Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2: 82)

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

Carilah Rezeki dengan Cara yang Halal

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ

Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezekiJangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 8: 166, hadits shahih. Lihat Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2866).

Dalam hadits disebutkan bahwa kita diperintah untuk mencari rezeki dengan cara yang baik atau diperintahkan untuk “ajmilu fit tholab”. Apa maksudnya?

  • Janganlah berputus asa ketika belum mendapatkan rezeki yang halal sehingga menempuh cara dengan maksiat pada Allah. Jangan sampai kita berucap, “Rezeki yang halal, mengapa sulit sekali untuk datang?”
  • Jangan sampai engkau mencelakakan dirimu untuk sekedar meraih rezeki.

Dalam hadits di atas berarti diperintahkan untuk mencari rezeki yang halal. Janganlah rezeki tadi dicari dengan cara bermaksiat atau dengan menghalalkan segala cara. Kenapa ada yang menempuh cara yang haram dalam mencari rezeki? Di antaranya karena sudah putus asa dari rezeki Allah sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

Intinya karena tidak sabar. Seandainya mau bersabar mencari rezeki, tetap Allah beri karena jatah rezeki yang halal sudah ada. Coba renungkan perkataan Ibnu ‘Abbas berikut ini. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

ما من مؤمن ولا فاجر إلا وقد كتب الله تعالى له رزقه من الحلال فان صبر حتى يأتيه آتاه الله تعالى وإن جزع فتناول شيئا من الحرام نقصه الله من رزقه الحلال

“Seorang mukmin dan seorang fajir (yang gemar maksiat) sudah ditetapkan rezeki baginya dari yang halal. Jika ia mau bersabar hingga rezeki itu diberi, niscaya Allah akan memberinya. Namun jika ia tidak sabar lantas ia tempuh cara yang haram, niscaya Allah akan mengurangi jatah rezeki halal untuknya.” (Hilyatul Auliya’, 1: 326)

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi kemudahan untuk meraih rezeki yang halal.

Dunia tidak sedih karena kematian kita

13 December , 2018 , Kategori : Artikel
Dunia tidak sedih karena kematian kita

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh (KETIKA REZEKI KITA HABIS, MAKA AJALPUN TIBA ) Jangan perdulikan jasadmu yang akan busuk & hancur!! … Kaum muslimin akan melaksanakan kewajiban mereka: 1. Memandikan mu 2. Mengkafani mu 3. Menyolati mu 4. MENGUBURKAN MU. Yakinlah!!!*... baca selengkapnya

GOLEK INDONESIA

6 December , 2017 , Kategori : Artikel
GOLEK INDONESIA

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh GOLEK adalah salah satu karya kreatif anak bangsa yang dibuat untuk membantu mempertemukan kebutuhan customer dengan pemilik barang/jasa yg berada disekitar customer. Selain itu GOLEK dibuat untuk membantu menyediakan lapangan pekerjaan. GOLEK bermitra dengan para pengendara... baca selengkapnya

TERHINA KARENA HUTANG…

19 October , 2017 , Kategori : Artikel
TERHINA KARENA HUTANG…

jawaban ustadz-ustadz kesohor di youtube itu.. KEMBALIKAN KE ALLAH! Allah yang memberi masalah..   Allah juga yang memberikan solusinya.. Kok Allah tega ya mas menjerumuskan saya dalam hutang gak berkesudahan? Coba interopeksi, selama ini bagaimana gaya hidupmu? Terlalu nafsu... baca selengkapnya

Kehidupan Dunia, Seumpana Bunga yang Dipetik Kemudian Layu

12 July , 2017 , Kategori : Artikel
Kehidupan Dunia, Seumpana Bunga yang Dipetik Kemudian Layu

Tahta, jabatan, wanita, keturunan, harta, benda, dan seterusnya. Keseluruhannya itu nampak begitu menggoda dan membuai normalnya jiwa manusia tergoda dan berhasrat untuk menggapai dan menikmatinya Dalam Al-Quran, tepatnya Surat Thaha ayat ke-131, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ... baca selengkapnya

>> Pahamilah, Dunia Ini Hanya Sementara <<

10 December , 2016 , Kategori : Artikel
>> Pahamilah, Dunia Ini Hanya Sementara <<

SERING kali kita lupa akan hakikat kita diciptakan. Kita diciptakan bukan semata-mata untuk memperkaya diri, atau meninggikan jabatan, juga bukan untuk mengejar cinta manusia. Allah Ta’ala lah tujuan hidup yang sebenarnya. Kita diperintahkan hanya untuk beribadah kepada-Nya, bukan yang lain.... baca selengkapnya

Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
  • syahlaa salsabila Putri Santoso
    assalamualikum selamat ya Ayah atas dibukanya toko : www.toserbajakarta dibuka »
  • Apih naya
    Recommended saller..grab it fast..caiyooo good luck mas brow..:) »
  • choirul yuningsih
    Barokaallah.... makin sukses mulia do'a ku buat toserbajakarta dr kota malang »
  • karta wijaya
    Selamat dan sukses atas berdirinya Toserba Jakarta, semoga sukses selalu dan Allah Tuhan Yang Maha esa memberk »
  • syahlaa
    selamatya sukses selalu »
* klik gambar produk

Hotline : 0811992494 || 087887882494 SMS Center : 087887882494 BB Messenger : 7D0A69D3 toserbajakarta2@gmail.com